no-facebook-me

Pernah merasa putus asa tapi tetap melakukan apa yang bikin kamu nggak karu-karuan rasanya? Begitulah kalau main Facebook di jaman sekarang.

Duluuu, sekitar lima-sepuluh tahun lalu, ketika wajah masih kencang tanpa keriput, dan rambut masih hitam legam, berkibar-kibar ketika tersapu angin di pinggiran Sendang Biru, Facebook adalah media sosial yang sangat menyenangkan. Bersilaturahmi dengan teman-teman lama sampai baru yang kamu nggak kenal itu siapa, tapi semuanya asik-asik saja. Berbagi foto hingga ratusan lembar, saling berbalas komentar yang memanjang hingga ratusan adalah hal biasa.

Tapi sekarang Facebook kok semakin parah, ya?

Read the rest of this entry »

Advertisements

image

Salah satu keunggulan Kota Padang adalah fitur gampang berkeringat. Mau keluar rumah, pake jaket beberapa detik saja, punggung langsung berkubang.

Nggak heran kalau orang Padang itu suka sama yang seger-seger. Bukan ngelihatin air di dalam ember sambil berdecak kagum ya, tapi suka banget beli minuman yang bikin seger tenggorokan.
Read the rest of this entry »

Sore di Pantai Padang

Kalau perut nggak lapar mungkin blog ini nggak akan terurus. Apa hubungannya? Ya karena lapar akhirnya memaksa kami, saya dan istri, untuk menyalakan mesin motor dan pergi ke salah satu restoran ikan bakar favorit di Kota Padang. Namanya adalah Fuja. Mungkin yang punya restoran terinspirasi dengan Spongebob Squarepants saat berpetualang sambil teriak-teriak, “Fuja kerang ajaiiiib!” (Oke, lupakan..) Read the rest of this entry »

Selfie bareng bledheg

-Selfie kemana-mana, Selfie dimana-mana-

Iya seh, kalau dipikir-pikir, semakin banyak saja orang yang menggunakan tongkat narsis untuk memenuhi kebutuhan tersier yang kini menjadi primer, ber-Selfie. Nggak tahu, siapa yang menciptakan alat ini, tapi yang pasti tongkat yang dulu kayaknya hanya ada di Indonesia ini sekarang sudah mendunia.

Bicara soal mendunia, ternyata nggak hanya kegunaannya saja, tapi juga bahaya yang terkandung di luarnya.. Halah! Seperti beras plastik, tongkat selfie kebanyakan juga terbuat dari plastik.. Halah lagi! Ini niat nulis apa nggak ya? Maksudnya, sama-sama memiliki bahaya. Dan itulah kehebatan manusia, selalu bisa menemukan dampak negatif dari segala hal yang diciptakan untuk tujuan positif. Read the rest of this entry »

DSC_0174

Pantai Gandoriah – Pariaman, Sumatera Barat

Empat hari terakhir serasa sangat berpihak buat para kelas pekerja. Tiga hari liburan dan satu Hari Kecepit Nasional, yang bulan ini jatuh pada tanggal 15 Mei 2015, tampaknya membuat kita semua bernyanyi, “Hepi yey..yey..yey..” Termasuk saya dan istri yang tentunya nggak akan menghabiskan waktu libur dengan di rumah saja. Sejak seminggu sebelumnya sudah sibuk melempar koin untuk menentukan, tempat tujuan mana yang harus dituju berikutnya di hari libur nanti. Akhirnya diputuskan, Kamis Pon, tanggal 14 Mei kami menuju ke Pesut, Pesisir Utara. Kenapa dinamai Pesut? Karena Painan dinamai Pessel, alias Pesisir Selatan. Jadi nggak adil rasanya kalau Pariaman nggak diberi singkatan yang sama. Oke? Nggak penting..lanjut.. Read the rest of this entry »

20150504122827-1_20150504_124227

Baru saja pulang dari Kantor Pos dengan segala kegalauan yang melanda. Paket dengan bungkus koran dan plastik ini ditolak oleh perusahaan milik negara yang dengan suka cita mengantarkan barang atau surat (kalau sahabat pena masih ada).

Ya, seorang kasir memang melihat paketan terbungkus koran dengan mata elangnya ketika istri dan saya masih antri di barisan.

“Paketan dilarang dibungkus koran,” ujar sang Uda loket pos dari kejauhan.

Read the rest of this entry »

IMG20150501115843

Hari Kamis malam, sehari sebelum May Day, smartphone istri berdering (istilah baru untuk bervibrasi) dengan diiringi sebuah notifikasi dari aplikasi BBM. Di ujung sana, Mas Muel, seorang pegawai PLN yang sedang berjuang mencari pasangan, pasangan untuk kontak listrik, bilang kalau ada rencana untuk ke Nyarai Lubuk Alung.

Kebetulan banget! Dua bulan di Kota Padang dan belum sekalipun ke Nyarai yang dikenal karena airnya yang hijau bagaikan jamrud kejepit batuan dan tebing sungai. Sempat sih melihatnya di Si Bolang. Tapi kalau nggak melihat langsung kan nggak seru juga.

Read the rest of this entry »