Badai Bad Day

Posted: September 14, 2013 in Uncategorized
Tags: , , , , , , ,

image

Bad Day.. Two words, full of things..

Tuhan memang Maha Adil. Ia membuat segalanya selalu seimbang. Yang paling sering jadi bahan perbincangan semasa masih jaman kuliah, kembang kampus itu kebanyakan punya pacar dengan wajah di bawah rata-rata. Percaya ndak percaya, itu memang benar terjadi.. *kemudian mengheningkan cipta*

Tapi ini bukan masalah romantika remaja atau derita punya kampus yang mbak-mbak cantiknya bisa dihitung dengan lidi. Yang menjadi topik hari ini adalah begitu indahnya Tuhan mewarnai kehidupan manusia. Mungkin pakai krayon.. Atau pakai krinyo? Ah, sudahlah..

Tidak ada orang yang ingin mendapat kesialan beruntun dalam sehari. Tidak juga saya. Hari ini saat hendak berangkat kerja, tiba-tiba footstep motor yang terbuat dari besi itu patah begitu saja saat kaki ini menumpu ke atas perseneleng. Dan begitu mudahnya, sampai-sampai harus terdiam 30 detik untuk berpikir, “Apakah aku Superman? Bisa mematahkan besi.”

Akhirnya, berangkatlah dengan kaki kiri menggelantung tanpa pijakan.

Sesampai di studio, teman kerja berteriak-teriak tidak karuan. Ternyata yang bikin histeris adalah pintu kamar mandi yang terkunci sendiri. Selesai? Tidak.. Karena ternyata keran air di dalamnya sedang mengalir dengan derasnya. Terpaksa ikut panik, berlari kesana kemari sampai sadar kalau air bisa dimatikan dari meteran PDAM. Saat penutup meteran dibuka, ternyata tidak ada tuas untuk membuka dan menutup laju air.. Kembali panik, berlari kesana kemari mencari tang. Sekarang, air sudah berhenti mengalir. Tapi, bagaimana nanti kalau kebelet pipis? Entahlah.. mungkin nanti ngompol di celana saja kalau sudah tidak tahan.

Selesai? Tentu tidak.. Badai serangan Sialisasi masih berlanjut. Ternyata PC di studio ngadat, tidak mau dinyalakan. Sepertinya gagal booting. Entah karena virus trojan atau influenza atau flu burung, tiada yang tahu.

Lalu di seberang sana terdengar kabar kalau mbak Hesti, sang pemilik Dapur Xocolatle, kakinya lecet karena terperosok, plus gagal menciptakan cake (dan biasanya, cake yang gagal adalah durian runtuh buat teman-temannya.. Cake gratis! Biarpun gagal, tapi tetep enak).

Yang namanya sial..kalau Tuhan menghendaki, apalah artinya kita manusia? Tidak ada yang mampu menghentikan. Begitulah Tuhan, rencanaNya selalu rahasia. Mungkin Tuhan berpikir sama, “Buat apa hidup kalau selalu bejo? Monoton sekali hidup kau.”

Anggaplah kesialan sebagai warna dalam hidup karena, yakinlah bahwa, itu tidak akan terus menerus terjadi. Bersyukurlah karena sudah diberi apes yang menjadi hitam, abu-abu, ataupun biru burem, melengkapi guratan warna jingga, hijau, dan pink…kok pink?? *kemudian delete akun*

Terima kasih untuk warnaMu dalam kehidupanku, Tuhan.

(ditulis sambil menahan rasa kebelet pipis..)

Advertisements
Comments
  1. Renotxa says:

    Astagaaa… Sabar yooo.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s