Menggemporkan Kaki, Memuaskan Hati di Nyarai Lubuk Alung

Posted: May 3, 2015 in air terjun, padang, pariwisata, piknik, sumatera barat, wisata
Tags: ,

IMG20150501115843

Hari Kamis malam, sehari sebelum May Day, smartphone istri berdering (istilah baru untuk bervibrasi) dengan diiringi sebuah notifikasi dari aplikasi BBM. Di ujung sana, Mas Muel, seorang pegawai PLN yang sedang berjuang mencari pasangan, pasangan untuk kontak listrik, bilang kalau ada rencana untuk ke Nyarai Lubuk Alung.

Kebetulan banget! Dua bulan di Kota Padang dan belum sekalipun ke Nyarai yang dikenal karena airnya yang hijau bagaikan jamrud kejepit batuan dan tebing sungai. Sempat sih melihatnya di Si Bolang. Tapi kalau nggak melihat langsung kan nggak seru juga.

Akhirnya, kami memutuskan ikut. Dan harus tergopoh-gopoh pulang kencan karena harus menyiapkan makanan bekal untuk besok. Dari Kota Padang, Nyarai Lubuk Alung ditempuh dalam waktu sekitar 60 menit berkendara dengan motor berkecepatan sedang. Dan untuk kecepatan tidak sedang.. Belum dicoba..

Oke, selanjutnya setelah sampai di Pos Pertama di Wanawisata Nyarai Lubuk Alung ini bisa kamu simak dalam potongan-potongan foto di bawah ini. Sebenarnya lebih cepat nulis. Tapi karena fotonya banyak.. Ya sudah, dibikin kayak komik saja..

20150501094933 20150501095100

 

20150501095904 20150501100225

 

20150501100259 20150501102518  20150501102605

20150501103104 20150501110404 IMG20150501114134 20150501112235 20150501112259 20150501113641 IMG20150501115026

Aoi0j33MTwaAlnV388G1lHBXM4X7_fbmZoeVmpJyPOzf AsgATi59KcrGcP5QYo3ZbbQAvMysrSXtXDLKTlk7-ccz Ak1hQ4R216PbK4czHyxEAYjzzlOc64093tLNlIwwXvo9 20150501122914 AkLwlASyxoFDDMyvpTfXeYDLZZrey4GknZf8QS6q4sDD

 

Ada sebuah momen yang benar-benar membuat hati ini copot, ketika istri mencoba untuk ke bagian tengah sungai tiba-tiba saja hanyut dibawa arus yang lumayan deras. Beruntung, bapak yang berenang agak jauh berhasil menjangkau dan menyelamatkan sang istri. Hmmm.. bikin patah hati.

Dan setelah puas menceburkan diri dan berbasah-basah, saatnya membuat badan berkeringat lagi dengan kembali ke Pos Pertama melewati trek yang sama.. Segarnya air Nyarai Lubuk Alung yang hijau, yang masih belum kering di baju pun akhirnya melakukan pergantian dengan tetesan keringat untuk menjaga baju agar tetap basah.. Dua jam perjalanan balik yang mendebarkan, termasuk kejadian kedua yang bikin hati copot, ketika istri hampir nggelundung ke bawah. Beruntung, ada akar pohon yang berhasil diraih tangannya.. Bener-bener deh.

Avfvy5fzdYpZMOJTijgXIej5WTJqjqYWHyuFF_FW-Byu

Overall, petualangan ke Nyarai Lubuk Alung ini memang sukses membuat kisah yang nggak akan dilupakan. Termasuk bobot yang berkurang sekitar 2 kilogram, hasil dari trekking sejauh 10,6 kilometer pergi-pulang. *Yes!*

Dan sekali lagi pertanyaan ini terulang lagi kepada istri, “Dimana petualangan berikutnya?”

Advertisements
Comments
  1. nengbiker says:

    2 kg?

    nambahnya 5kg abis pulang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s